MAKALAH
SEJARAH PERKEMBANGAN DAN PEMIKIRAN EI
MEKANISME PASAR
DISUSUN
OLEH:
NAMA : ABDUSSOMAD
NIM : 152.135.223
SEMESTER
: II/ (EI)G
FAKULTAS
SYARI’AH DAN EKONOMI ISLAM
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
MATARAM
2014
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA
PENGANTAR .................................................................................. ii
DAFTAR
ISI ............................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah ........................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A. pengertian maekanisme pasar ........................................................................................ 2
B. mekanisme pasar yang adil ....................................................................................... 3
BAB III PENUTUP
A. Simpulan ..........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Pasar merupakan lembaga
ekonomi di mana para pembeli atau penjual , baik secara langsung atau tidak
langsung dapat melakukan transaksi perdagangan barang atau jasa. Jadi, pasar
merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi.
Dalam
sistem ekonomi liberal, pasar memainkan peran yang sangat penting . Pasar yang
mempertemukan pelaku usaha yang ingin menjual barang dan jasa . Akibat
kepentingan satu sama lain , maka dengan sendirinya terjadilah tawar menawar
(harga kesepakatan).
Mekanisme pasar merupakan
sistem yang cukup efisien dalam memberlakukan haraga yang adil dan bahkan untuk
mengalokasikan faktor-faktor produksi dan mendorong kegiatan ekonomi. Hal ini
akan dibahas dalam makalah ini tentan mekanisme pasar.
B. Rumusan Masalah
1. Pengertian
mekanisme pasar
2. Mekanisme
pasar yang adil
3. Sistem
pasar
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
mekanisme pasar
Mekanisme pasar adalah
kecenderungan dalam pasar bebas untuk terjadinya perubahan harga sampai pasar
menjadi seimbang(jumlah yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta). Teori
ekonomi standar mengatakan bahwa meskipun pengaruh kelembagaan selain free
market bisa saja menghasilkan alokasi yang efisien dan optimal. Dengan kata
lain, jika pasar tidak eksis, alokasi sumber daya tidak akan terjadi secara
efisien dan optimal. Dalam beberapa hal, mekanisme pasar tidak bisa bekerja
secara optimal pada beberapa sumber daya alam.
Pada dasarnya, alokasi
barang dan jasa dalam suatu masyarakat dapat dilakukan paling tidak melalui 2
jenis mekanisme. Yaitu melalui mekanisme pasar dan mekanisme birokrasi. Dengan
sejumlah kondisi yang disyaratkan, mekanisme pasar dianggap sebagai mekanisme
yang dapat mendorong pemakaian sumber daya yang efisien. Namun kegagalan pasar
juga bisa terjadi dalam pengalokasian sejumlah barang dan jasa. Ini bisa
disebabkan karena adanya public goods beserta eksternalitasnya. Jenis barang
dan jasa inilah (beserta mixed goods) yang akan didistribusikan melalui
mekanisme birokrasi.
Karena mekanisme pasar
yang berbeda, harga pasar yang tercapai pun menjadi berbeda - beda. Kadang -
kadang harga yang terbentuk di pasar bisa menyebabkan kerugian bagi konsumen
atau bahkan kerugian bagi produsen juga. Oleh karena itu, pemerintah dalam
batas-batas tertentu terkadang perlu melakukan intervensi dalam pembentukan
harga dengan tujuan harga yang terbentuk tidak akan merugikan konsumen maupun
produsen. Hal yang biasanya dilakukan pemerintah antara lain adalah: penentuan
harga eceran tertinggi, penentuan harga eceran terendah, penetapan pajak, serta
pemberian subsidi
Mekanisme pasar tidak
dapat berfungsi tanpa keberadaan aturan yang dibuat pemerintah. Peranan
pemerintah menjadi lebih penting karena mekanisme pasar saja tidak bisa
menyelesaikan semua persoalan ekonomi. Untuk menjamin efisiensi, pemerataan dan
stabilitas ekonomi, peran dan fungsi negara mutlak diperlukan dalam
perekonomian sebagai pengendali mekanisme pasar. Walaupun dalam sistem ekonomi
pasar, masalah ekonomi utama diserahkan kepada mekanisme pasar, namun
pada beberapa kasus tertentu pemerintah tetap harus campur tangan untuk
menghindari kekacauan dalam bidang ekonomi.
B. Mekanisme
pasar yang adil
Pasar dapat memberikan
informasi yang tepat , pasar dapat merangsang pelaku usaha untuk melakukan
kegiatan ekonomi ,pasar mendorong penggunaan faktor-faktor produksi serta pasar
memberikan kebebasan yang tinggi kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan
ekonomi.
Disamping
kelebihan-kelebihan itu, mekanisme pasar juga memiliki beberapa kelemahan ,
seperti adanya kebebesan yang tidak terbatas akan menindas golongan-golongan
tertentu, kegiatan ekonomi tidak stabil,munculnya kekuatan monopoli, tidak
mampu menyediakan beberapa jenis barang secara efisien serta dampak
eksternalitas yang merugikan
Salah
satu dari kelemahan mekanisme pasar, yaitu monopoli. Islam dengan tegas
melarang praktik monopoli dan semua cara kepalsuan untuk mendongkrak harga demi
memperbesar keuntungan. Pelarangan ini karena pada umumnya, monopoli menetapkan
harga yang lebih tinggi dari hasil produksinya, maka soal eksploitasi banyak
sekali dihubungkan dengan gagasan monopoli.
1. Sistem
Pasar
Dalam sistem pasar apa
saja memiliki harga, yang merupakan nilai suatu barang dalam satuan mata uang.
Harga mencerminkan kondisi dimana seseorang atau parusahaan bersedia mengadakan
tukar menukar secara sukarela . Bila saya membeli sebuah honda bekas dari
seorang dealer seharga $3.150, maka itu berarti Honda bekas itu nilainya lebih
tinggi dari $3.150 untuk saya , dan bagi si dealer nilai $3.150 lebih tinggi
dari nilai Honda bekas tersebut . Dengan uang sejumlah itu,saya tidak bisa
memperoleh sesuatu yang lebih bernilai daripada Hoda bekas tersebut. Dan pihak
dealer tidak bisa menemukan seorang yang mau membayar Honda bekas lebih mahal.
Dan itu merupakan pasar mobil sudah menetapkan harga untuk barang tersebut dan
melalui perdagangan atau tukar-menukar secara suka rela , telah mengalokasikan
produknya ke orang yang paling membuthkan dan paling tiggi imbalannya .[3]
Selain itu harga juga
merupakan isyarat atau sinyal bagi pihak produsen maupun konsumen . Jika
konsumen menghendaki lebih banyak barang misalnya saja –bensin untuk
menjalankan mobil-mobil mereka – maka tingkat permintaan bensin dari
perusahaan-perusahaan minyak lebih cepat menyusut , mereka segera menaikkan
harga untuk mengimbanginya. Dan tingkat harga yang lebih tinggi itu akan
merangsang produksi minyak (bensin) yang lebih banyak .
Apa yang berlaku pada
pasar barang konsumsi juga akan berlaku pada pada pasar faktor
produksi, seperti tenaga kerja. Harga-harga mengkoordinir segenap
keputusan para produsen dan konsumen disuatu pasar . Tingkat harga
yang lebih tinggi cenderung mengurangi pembelanjaan konsumen dan merangsang
kenaikkan produksi . Sebaliknya, tingkat harga yang lebih rendah cenderung
memperbanyak pembelanjaan konsumen dan menyurutkan produksi . Harga merupakan
poros penyeimbang dalam mekanisme pasar.
2. Penentuan
Harga
a. Permintaan.
Permintaan adalah
keinginan konsumen untuk membeli suatu barang dengan berbagai tingkat harga
tertentu dan selama periode waktu tertentu. Terdapat beberapa factor yang
mempengaruhi permintaan suatu barang yaitu:
1. Harga barang itu sendiri.
2. Harga barang yang terkait.
3. Tingkat pendapatan perkapita.
4. Selera atau kebiasaan.
5. Jumlah penduduk.
b. Penawaran.
Penawaran adalah keinginan produsen untuk menjual(menawarkan)
sejumlah barang pada berbagai tingkat harga selama satu periode tertentu.
Terdapat beberapa factor yang mempengaruhi penawaran suatu barang yaitu:
1. Harga barang itu sendiri.
2. Harga barang yang terkait.
3. Harga factor produksi.
4. Biaya produksi.
5. Teknologi produksi.
Harga keseimbangan adalah harga di mana baik produsen dan
konsumen sama-sama tidak ingin menambah dan mengurangi jumlah yang di konsumsi
ataupun dijual, atau sering disebut dengan titik keseimbangan atau titik
ekuilibrium.[5]
Contoh kasus:
Kasus Pasar Motor Matic.
Permintaan : Qd = 200-10P
Penawaran : Qs = -40+5P
Permintaan : Qd = 200-10P
Penawaran : Qs = -40+5P
Dimana: Qd, Qs = Ribu unit
per tahun
P = Puluhan juta per tahun
P = Puluhan juta per tahun
Keseimbangan pasar:
Qd = Qs
200-10P = -40 + 5P
240 = 15P
P = 16
Qd
= 200 -
10(16) = 40
Qs =
-50 + 5(16) = 40
d. Kegagalan Pasar.
Pasar merupakan alokasi
sumber daya yang efisien, namun jika semua asumsinya dapat terpenuhi, antara
lain pelaku harus bersifat rasional, memiliki informasi yang sempurna mengenai
keadaan pasar, pasar harus berbentuk persaingan sempurna dan barang yang
ditawarkan harus bersifat privat. Namun pada kenyataannya apa yang diasumsikan
tidak sesuai dengan yang ada di lapangan. Akibatnya kegagalan pasar pun
terjadi.
Ada beberapa hal yang
menyebabkan kegagalan pasar terjadi, yakni:
1. Informasi
tidak sempurna.
Sering kali kita tidak mengetahui tentang
kualitas barang yang digunakan, Sebagai contoh saat kita membeli sebuah mobil,
untuk memperoleh informasi mengenai mobil itu seringkali kita menyewa seorang
ahli mesin yang terpercaya.
2. Daya
Monopoli
Sering kali kita jumpai dalam sebuah pasar
dimana hanya produsen yang menguasai pasar, hal itu terjadi karena produsen
lainnya tidak mampu bersaing dengan produsen tersebut. Kemampuan itu
menyebabkan barang yang diproduksi lebih sedikit, sehingga menyebabkan harga
yang lebih tinggi dibandingkan harga di pasar persaingan sempurna.
3.
Eksternalitas
Eksternalitas merupakan keuntungan atau
kerugian yang dinikmati atau di derita pelaku ekonomi sebagai akibat tindakan
pelaku ekonomi yang lain. Sebagai contoh: Limbah yang dihasilkan sebuah pabrik
dapat mencemari lingkungan sekitar, dan mengakibatkan kerugian bagi masyarakat
sekitar, biaya kerugian tersebut biaya eksternalitBAB III
KESIMPULAN
Mekanisme
pasar adalah kecenderungan dalam pasar bebas untuk terjadinya perubahan
harga sampai pasar menjadi seimbang(jumlah yang ditawarkan sama dengan jumlah
yang diminta).
1. Pasar
dapat memberikan informasi yang tepat , pasar dapat merangsang pelaku usaha
untuk melakukan kegiatan ekonomi ,pasar mendorong penggunaan faktor-faktor produksi
serta pasar memberikan kebebasan yang tinggi kepada masyarakat untuk melakukan
kegiatan ekonomi.
2. sistem
pasar apa saja memiliki harga, yang merupakan nilai suatu barang dalam satuan
mata uang . Harga mencerminkan kondisi dimana seseorang atau parusahaan
bersedia mengadakan tukar menukar secara sukarela .
DAFTAR PUSTAKA
Aziz,Abdul,Ekonomi Islam Analisis Mikro
Dan Makro,Yogyakarta:Graha Ilmu,2008
Nophirin , Pengantar Ekonomi
Makro , Yogyakarta:BPEE,tt